Rabu, 17 Desember 2014

Sayap tirus

Sayap  dan horizontal stabilator pesawat terbang ada kalanya dibuat tirus (Taper) yaitu penampang sayap.Pada pangkalnya lebih besar dari pada ujungnya. Sayap tirus bisa kombinasi atau salah satu dari tirus pada permukaan atau tirus pada ketebalan. Tirus pada ketebalan telah dibahas sebelumnya, ole karena itu yang kita bahas di sini hanyalah tirus pada permukaan. Disebut tirus bila panjang tali busur pada pangkal sayap (Root chord = Rc ) >tali busur pada ujung sayap (tip chord=Tc) Tapper ratio ( adalah perbandingan antara tip chord dengan root chord. = Ct/Cr.   
 Karakteristik sayap tirus (swep back wing)

a.       Rectangular,  , turbulen diawali dari trailing edge bagian root
b.      Moderate tapper ratio,  turbulen diawali dari trailing edge bagian tengah
c.       Low tapper ratio, .Turbulen diawali dari trailing edge dekat tip
d.      Pointed tip, .Turbulen diawali dari trailing edge bagian tip
e.       Sweepback, turbulen diawali dari trailing edge bagian tip

Turbulence tersebut  harus  terjadi  ada baiknya  kalau di awali dari trailing edge bagian pangkal (root). Sebab jika kejadian tersebut di awali dari  trailing edge pada bagian wing tip, aileron menjadi tidak bekerja  secara efektif jika diperlukan. Perhatikan gambar, dari mana anak panah berawal dari   situlah mulai terjadinya turbulence, dan di daerah itu pula penghasil coefisient lift maksimum yang terbesar. Dari gambar juga terlihat bahwa apabila tapper ratio semakin kecil, maka asal mulainya turbulence semakin dekat dengan wing tip. Oleh karena itu perlu diusahakan  bahwa memperkecil induced drag adalah sangat diperlukan dalam penerbangan. 

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda